RAANYAMAN : As-Sisi Pertahankan Hubungan Damai dengan Israel

As-Sisi Pertahankan Hubungan Damai dengan Israel
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/13/51168/as-sisi-pertahankan-hubungan-damai-dengan-israel/#ixzz31c1gFin0


Foto: As-Sisi Pertahankan Hubungan Damai dengan Israel

Tokoh utama kudeta di Mesir, Abdul Fatah As-Sisi, yang mencalonkan diri menjadi presiden menyatakan bahwa hubungan damai antara Mesir dan Israel sudah sampai pada level stabil (yang tidak perlu dipermasalahkan).

Hal tersebut disampaikan As-Sisi dalam wawancara dengan saluran TV berbahasa Arab, Sky News (12/5). Menurutnya, Israel sejauh ini juga tidak khawatir dengan penambahan kekuatan militer Mesir di Semenanjung Sinai (yang berbatasan langsung dengan Israel.

As-Sisi menyatakan bahwa Israel memahami penambahan jumlah pasukan militer Mesir di kawasan tersebut untuk memerangi kelompok pemberontak bukan untuk berkonfrontasi dengan Israel.

Dalam kesempatan tersebut, As-Sisi juga menegaskan bahwa jika menjadi Presiden Mesir maka dirinya akan menjadi pemimpin tertinggi yang bertanggung jawab untuk urusan agama, etik, dan dasar-dasar bernegara.

Menurutnya, tidak akan ada lagi istilah pemimpin agama (qiyadat diniyah) nantinya, tanpa menjelaskan maksud pernyataannya tersebut. (islammemo/rem/dakwatuna)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/13/51168/as-sisi-pertahankan-hubungan-damai-dengan-israel/#ixzz31c1gFin0


Tokoh utama kudeta di Mesir, Abdul Fatah As-Sisi, yang mencalonkan diri menjadi presiden menyatakan bahwa hubungan damai antara Mesir dan Israel sudah sampai pada level stabil (yang tidak perlu dipermasalahkan).

Hal tersebut disampaikan As-Sisi dalam wawancara dengan saluran TV berbahasa Arab, Sky News (12/5). Menurutnya, Israel sejauh ini juga tidak khawatir dengan penambahan kekuatan militer Mesir di Semenanjung Sinai (yang berbatasan langsung dengan Israel.

As-Sisi menyatakan bahwa Israel memahami penambahan jumlah pasukan militer Mesir di kawasan tersebut untuk memerangi kelompok pemberontak bukan untuk berkonfrontasi dengan Israel.

Dalam kesempatan tersebut, As-Sisi juga menegaskan bahwa jika menjadi Presiden Mesir maka dirinya akan menjadi pemimpin tertinggi yang bertanggung jawab untuk urusan agama, etik, dan dasar-dasar bernegara.

Menurutnya, tidak akan ada lagi istilah pemimpin agama (qiyadat diniyah) nantinya, tanpa menjelaskan maksud pernyataannya tersebut. (islammemo/rem/dakwatuna)