RAANYAMAN : Kicauan Haru Pemuda Lumpuh Saudi Luluhkan Jagat Twitter

Kicauan Haru Pemuda Lumpuh Saudi Luluhkan Jagat Twitter
http://muslimina.blogspot.com/2014/05/kicauan-haru-pemuda-lumpuh-saudi.html

Foto: Kicauan Haru Pemuda Lumpuh Saudi Luluhkan Jagat Twitter

Sebuah kisah mengharukan dialami seorang pasien Rumah Sakit King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Dia terbaring lumpuh sendirian tanpa pernah dijenguk keluarga selama berbulan-bulan.

Ebrahim, 24 tahun, merasa sangat kesepian di rumah sakit setelah divonis lumpuh. Mulanya, keluarga rutin menjenguk. Namun setelah sekian lama kondisinya belum juga berangsur pulih, keluarga mulai merasa bosan dan hampir tidak pernah menjenguknya lagi.

Ayahnya sudah sangat tua, sementara saudara dia yang masih remaja lebih memilih bermain dengan teman-temannya.

Untuk mengusir rasa bosan dan mengungkapkan kesendiriannya, Ebrahim mulai berkicau di Twitter. Dalam tweet-nya, Ebrahim menulis ia merasa frustasi karena tidak ada satu pun pengunjung yang datang menjenguk. Ia makin sedih saat melihat pasien di sebelahnya selalu ada yang menjenguk, sementara dia sama sekali tidak ada.

Ebrahim kemudian mengunggah tweet kedua yang intinya meminta masyarakat berdoa bagi kesehatan dan kesembuhannya. Dia juga menulis telah lumpuh selama satu setengah tahun di RS King Khalid.

Dalam tweet berikutnya, Ebrahim menulis harapan dia agar orang-orang yang mengenal dia atau tidak datang membesuk. "Saya menjadi gelisah, hanya menunggu seseorang untuk mengunjungi. Ayah dan saudara-saudara saya tidak mengunjungi selama tiga bulan".

Kurang dari satu jam setelah kicauan itu, kamar tempat Ebrahim dirawat berubah seperti ruang resepsi karena orang-orang yang tak dikenalnya mulai mengunjunginya. Kamar itu menjadi terlalu kecil untuk menampung jumlah pengunjung yang datang.
Beberapa pengunjung berbicara kepada Ebrahim dengan mengatakan mereka adalah pengganti ayah dan saudara yang diinginkan ada di sampingnya.

"Kami tidak akan membiarkan Anda sendirian. Semua orang Arab Saudi adalah keluarga Anda sekarang. Mereka semua mendukung Anda," kata beberapa pengunjung.

Saking banyaknya yang ingin berbicara dengan Ebrahim sampai-sampai mereka harus mengantre di luar dan menunggu giliran masuk ke ruangan. Bersamaan datangnya ucapan simpati dan dukungan, beberapa pengunjung membawa bunga dan hadiah.

Beberapa pengikut tweet Ebrahim juga melakukan kampanye pengumpulan dana untuknya. Salah satu pengusaha, Yazid Al Rajhi mengatakan telah menyumbangkan SR100.000 (Rp307 juta). Pengusaha yang lain, Khalid Al Ammar menyerukan penggalangan dana yang lebih besar.

"Kita harus mampu mengumpulkan dana hingga SR2 juta (Rp6,1 miliar). Saya mulai dengan SR100.000 (Rp307 juta). Siapa berikutnya yang mau menyumbang?" kata Yazid.(dream)

http://muslimina.blogspot.com/2014/05/kicauan-haru-pemuda-lumpuh-saudi.html


Sebuah kisah mengharukan dialami seorang pasien Rumah Sakit King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Dia terbaring lumpuh sendirian tanpa pernah dijenguk keluarga selama berbulan-bula
n.

Ebrahim, 24 tahun, merasa sangat kesepian di rumah sakit setelah divonis lumpuh. Mulanya, keluarga rutin menjenguk. Namun setelah sekian lama kondisinya belum juga berangsur pulih, keluarga mulai merasa bosan dan hampir tidak pernah menjenguknya lagi.

Ayahnya sudah sangat tua, sementara saudara dia yang masih remaja lebih memilih bermain dengan teman-temannya.

Untuk mengusir rasa bosan dan mengungkapkan kesendiriannya, Ebrahim mulai berkicau di Twitter. Dalam tweet-nya, Ebrahim menulis ia merasa frustasi karena tidak ada satu pun pengunjung yang datang menjenguk. Ia makin sedih saat melihat pasien di sebelahnya selalu ada yang menjenguk, sementara dia sama sekali tidak ada.

Ebrahim kemudian mengunggah tweet kedua yang intinya meminta masyarakat berdoa bagi kesehatan dan kesembuhannya. Dia juga menulis telah lumpuh selama satu setengah tahun di RS King Khalid.

Dalam tweet berikutnya, Ebrahim menulis harapan dia agar orang-orang yang mengenal dia atau tidak datang membesuk. "Saya menjadi gelisah, hanya menunggu seseorang untuk mengunjungi. Ayah dan saudara-saudara saya tidak mengunjungi selama tiga bulan".

Kurang dari satu jam setelah kicauan itu, kamar tempat Ebrahim dirawat berubah seperti ruang resepsi karena orang-orang yang tak dikenalnya mulai mengunjunginya. Kamar itu menjadi terlalu kecil untuk menampung jumlah pengunjung yang datang.
Beberapa pengunjung berbicara kepada Ebrahim dengan mengatakan mereka adalah pengganti ayah dan saudara yang diinginkan ada di sampingnya.

"Kami tidak akan membiarkan Anda sendirian. Semua orang Arab Saudi adalah keluarga Anda sekarang. Mereka semua mendukung Anda," kata beberapa pengunjung.

Saking banyaknya yang ingin berbicara dengan Ebrahim sampai-sampai mereka harus mengantre di luar dan menunggu giliran masuk ke ruangan. Bersamaan datangnya ucapan simpati dan dukungan, beberapa pengunjung membawa bunga dan hadiah.

Beberapa pengikut tweet Ebrahim juga melakukan kampanye pengumpulan dana untuknya. Salah satu pengusaha, Yazid Al Rajhi mengatakan telah menyumbangkan SR100.000 (Rp307 juta). Pengusaha yang lain, Khalid Al Ammar menyerukan penggalangan dana yang lebih besar.

"Kita harus mampu mengumpulkan dana hingga SR2 juta (Rp6,1 miliar). Saya mulai dengan SR100.000 (Rp307 juta). Siapa berikutnya yang mau menyumbang?" kata Yazid.(dream)