RAANYAMAN : Pemerintah Kudeta Merasa Tidak Cukup Membungkam IM dengan Hukuman Mati

Pemerintah Kudeta Merasa Tidak Cukup Membungkam IM dengan Hukuman Mati
Foto: Pemerintah Kudeta Merasa Tidak Cukup Membungkam IM dengan Hukuman Mati

Tidak cukup dengan menjatuhkan hukuman mati kepada Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin (IM) dan ratusan anggota IM lainnya, pemerintah kudeta di Mesir mulai membidik harta kekayaan gerakan Islam terbesar di dunia tersebut.

Komite khusus pemerintah kudeta Mesir yang dipimpin Izzat Khamis mengumumkan bahwa pihaknya mengambil alih harta kekayaan 30 petinggi Ikhwanul Muslimin, 12 yayasan sosial IM, dan 6 perusahaan pribadi yang dimiliki petinggi IM.

Keputusan penyitaan dan pengambilalihan harta kekayaan, baik pribadi maupun organisasi IM, telah berulang kali dilakukan pemerintah kudeta sejak September 2013 lalu, di samping upaya-upaya meneror aktivis IM dengan aksi penangkapan, pemenjaraan, dan hukuman pidana seperti hukuman mati.

Meskipun demikian, berbagai langkah pemerintah kudeta tersebut tidak mampu mematikan langkah IM untuk terus mengobarkan revolusi menentang Abdul Fatah As-Sisi dan seluruh pendukungnya.

Aksi-aksi demonstrasi tetap berlangsung di berbagai daerah yang dilakukan pada malam hari dan setelah shalat subuh yang dilakukan secara spontan (flashmob). (islammemo/rem/dakwatuna)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/13/51164/pemerintah-kudeta-merasa-tidak-cukup-membungkam-im-dengan-hukuman-mati/#ixzz31aQEiXcm


Tidak cukup dengan menjatuhkan hukuman mati kepada Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin (IM) dan ratusan anggota IM lainnya, pemerintah kudeta di Mesir mulai membidik harta kekayaan gerakan Islam terbesar di dunia tersebut.

Komite khusus pemerintah kudeta Mesir yang dipimpin Izzat Khamis mengumumkan bahwa pihaknya mengambil alih harta kekayaan 30 petinggi Ikhwanul Muslimin, 12 yayasan sosial IM, dan 6 perusahaan pribadi yang dimiliki petinggi IM.

Keputusan penyitaan dan pengambilalihan harta kekayaan, baik pribadi maupun organisasi IM, telah berulang kali dilakukan pemerintah kudeta sejak September 2013 lalu, di samping upaya-upaya meneror aktivis IM dengan aksi penangkapan, pemenjaraan, dan hukuman pidana seperti hukuman mati.

Meskipun demikian, berbagai langkah pemerintah kudeta tersebut tidak mampu mematikan langkah IM untuk terus mengobarkan revolusi menentang Abdul Fatah As-Sisi dan seluruh pendukungnya.

Aksi-aksi demonstrasi tetap berlangsung di berbagai daerah yang dilakukan pada malam hari dan setelah shalat subuh yang dilakukan secara spontan (flashmob). (islammemo/rem/dakwatuna)