RAANYAMAN : Sejumlah Aktivis Mesir Umumkan Akan Memboikot Pemilu Presiden Mesir

Sejumlah Aktivis Mesir Umumkan Akan Memboikot Pemilu Presiden Mesir
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/sejumlah-aktivis-mesir-umumkan-akan-memboikot-pemilu-presiden-mesir.htm#.U3JNV3beNc0


Foto: Sejumlah Aktivis Mesir Umumkan Akan Memboikot Pemilu Presiden Mesir

Beberapa Aktivis Mesir yang berada di AS melancarkan kampanye untuk memboikot pemungutan suara dalam pemilu presiden nanti, yang dijadwalkan untuk luar Mesir dari hari kamis hingga Minggu. Pemboikotan ini melibatkan tiga organisasi Mesir-Amerika, yaitu Asosiasi “Revolusi Mesir”, yayasan Mesir – Demokrasi Amerika dan hak asasi Manusia, serta “Pusat hubungan Mesir-AS” dimana semua kantor pusat mereka berada di Washington DC.

Seorang anggota “pusat hubungan Mesir-AS”, Amin Mahmoud, mengatakan,”kami menyerukan untuk memboikot pemilu karena pemilu ini tidak akan membawa kita menuju demokrasi,” ia menunjukkan bahwa ada banyak masalah pelik di Mesir terkait dengan hak asasi manusia, Demokrasi dan kebebasan yang tidak pernah disebut oleh para calon presiden. Menurut kantor Anatolia.

Wakil ketua yayasan “Mesir-Demkrasi Amerika dan Hak asasi Manusia”, Ahmad Shehata menyatakan, “kami percaya sepenuhnya bahwa apa yang terjadi di Mesir pada tanggal 3 Juli 2013 adalah kudeta militer berdarah,” dan ia menekankan bahwa “sikap kami adalah menghadapi kudeta ini di semua bidang, terutama tidak berpartisipaso dalam Pemilu Presiden, karena partisipasi dalam Pemilu berarti merupakan pengakuan terhadap kudeta.”

Shehata menjelaskan bahwa kampaye untuk memboikot pemilu telah dimulai sejak februari, melalui koordinasi dengan warga Mesir di Eropa dan Amerika Serikat, mendesak mereka untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan ini, dengan menggunakan segala sarana komunikasi yang tersedia, baik melalui email atau komunikasi pribadi melalui telepon.

Sedangkan Ketua Asosiasi “Mesir Revolusi”Adil kabish, menyatakan bahwa tidak calon yang mewakili tujuan revolusi dan ia mempertanyakan kemampuan Sisi jika ia menang dalam pemilihan ini untuk mengatasi masalah internal Mesir, mulai dari krisis ekonomi hingga isu kebebesan dan demokrasi serta hak asasi manusia. Katanya. (hr/im)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/sejumlah-aktivis-mesir-umumkan-akan-memboikot-pemilu-presiden-mesir.htm#.U3JNV3beNc0


Beberapa Aktivis Mesir yang berada di AS melancarkan kampanye untuk memboikot pemungutan suara dalam pemilu presiden nanti, yang dijadwalkan untuk luar Mesir dari hari kamis hingga Minggu. Pemboikotan ini melibatkan tiga organisasi Mesir-Amerika, yaitu Asosiasi “Revolusi Mesir”, yayasan Mesir – Demokrasi Amerika dan hak asasi Manusia, serta “Pusat hubungan Mesir-AS” dimana semua kantor pusat mereka berada di Washington DC.

Seorang anggota “pusat hubungan Mesir-AS”, Amin Mahmoud, mengatakan,”kami menyerukan untuk memboikot pemilu karena pemilu ini tidak akan membawa kita menuju demokrasi,” ia menunjukkan bahwa ada banyak masalah pelik di Mesir terkait dengan hak asasi manusia, Demokrasi dan kebebasan yang tidak pernah disebut oleh para calon presiden. Menurut kantor Anatolia.

Wakil ketua yayasan “Mesir-Demkrasi Amerika dan Hak asasi Manusia”, Ahmad Shehata menyatakan, “kami percaya sepenuhnya bahwa apa yang terjadi di Mesir pada tanggal 3 Juli 2013 adalah kudeta militer berdarah,” dan ia menekankan bahwa “sikap kami adalah menghadapi kudeta ini di semua bidang, terutama tidak berpartisipaso dalam Pemilu Presiden, karena partisipasi dalam Pemilu berarti merupakan pengakuan terhadap kudeta.”

Shehata menjelaskan bahwa kampaye untuk memboikot pemilu telah dimulai sejak februari, melalui koordinasi dengan warga Mesir di Eropa dan Amerika Serikat, mendesak mereka untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan ini, dengan menggunakan segala sarana komunikasi yang tersedia, baik melalui email atau komunikasi pribadi melalui telepon.

Sedangkan Ketua Asosiasi “Mesir Revolusi”Adil kabish, menyatakan bahwa tidak calon yang mewakili tujuan revolusi dan ia mempertanyakan kemampuan Sisi jika ia menang dalam pemilihan ini untuk mengatasi masalah internal Mesir, mulai dari krisis ekonomi hingga isu kebebesan dan demokrasi serta hak asasi manusia. Katanya. (hr/im)