RAANYAMAN : Kampanye Boikot Pilpres Kudeta Mesir dari Washington

Kampanye Boikot Pilpres Kudeta Mesir dari Washington
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/13/51134/kampanye-boikot-pilpres-kudeta-mesir-dari-washington/#ixzz31aR3JP1M
Foto: Kampanye Boikot Pilpres Kudeta Mesir dari Washington

Para aktivis Mesir penentang kudeta yang bermukim di Amerika Serikat gencar mengkampanyekan boikot Pilpres Kudeta Mesir yang diselenggarakan pada 26-27 Mei ini (khusus untuk wilayah luar negeri akan dilaksanakan pada Kamis (15/5) dan Minggu (18/5) mendatang.

Ikut serta dalam kampanye tersebut tiga LSM Mesir-AS, yaitu: Yayasan Revolusi Mesir (Jam’iyah Misr Ats-Tsaurah), Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM (Al-Muassasah Al-Misriyah Al-Amrikiyah lil Dimukratiyah wal Huquqil Insaan), dan Pusat Hubungan Mesir-AS (Markaz Al-‘Ilaqat Al-Misriyah wal Amrikiyah).

Salah seorang aktivis Pusat Hubungan Mesir-AS, Amin Mahmud, menyatakan bahwa pihaknya mengimbau rakyat Mesir untuk memboikot pemilu kudeta ini karena tidak akan mendukung demokratisasi.

Kedua capres kudeta, baik Abdul Fatah As-Sisi maupun Hamden Shabahi, dianggap tidak berpihak pada upaya penegakan HAM, demokrasi, dan kemerdekaan yang hakiki.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM, Ahmad Syahatah, menegaskan bahwa pihaknya meyakini peristiwa 3 Juli 2013 sebagai kudeta militer berdarah.

Sikapnya satu dalam menghadapi kudeta yaitu akan memboikot pemilu karena keikutsertaan di dalamnya merupakan pengakuan secara tidak langsung terhadap (legalitas) kudeta.

Syahatah menyatakan gerakan kampanye boikot pemilu di luar negeri sudah diluncurkan sejak Februari 2014 dengan tujuan menggalang dukungan rakyat Mesir yang tinggal di luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. (islammemo/rem/dakwatuna)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/13/51134/kampanye-boikot-pilpres-kudeta-mesir-dari-washington/#ixzz31aR3JP1M
Para aktivis Mesir penentang kudeta yang bermukim di Amerika Serikat gencar mengkampanyekan boikot Pilpres Kudeta Mesir yang diselenggarakan pada 26-27 Mei ini (khusus untuk wilayah luar negeri akan dilaksanakan pada Kamis (15/5) dan Minggu (18/5) mendatang.

Ikut serta dalam kampanye tersebut tiga LSM Mesir-AS, yaitu: Yayasan Revolusi Mesir (Jam’iyah Misr Ats-Tsaurah), Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM (Al-Muassasah Al-Misriyah Al-Amrikiyah lil Dimukratiyah wal Huquqil Insaan), dan Pusat Hubungan Mesir-AS (Markaz Al-‘Ilaqat Al-Misriyah wal Amrikiyah).

Salah seorang aktivis Pusat Hubungan Mesir-AS, Amin Mahmud, menyatakan bahwa pihaknya mengimbau rakyat Mesir untuk memboikot pemilu kudeta ini karena tidak akan mendukung demokratisasi.

Kedua capres kudeta, baik Abdul Fatah As-Sisi maupun Hamden Shabahi, dianggap tidak berpihak pada upaya penegakan HAM, demokrasi, dan kemerdekaan yang hakiki.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM, Ahmad Syahatah, menegaskan bahwa pihaknya meyakini peristiwa 3 Juli 2013 sebagai kudeta militer berdarah.

Sikapnya satu dalam menghadapi kudeta yaitu akan memboikot pemilu karena keikutsertaan di dalamnya merupakan pengakuan secara tidak langsung terhadap (legalitas) kudeta.

Syahatah menyatakan gerakan kampanye boikot pemilu di luar negeri sudah diluncurkan sejak Februari 2014 dengan tujuan menggalang dukungan rakyat Mesir yang tinggal di luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. (islammemo/rem/dakwatuna)