RAANYAMAN : Penyesalan Penghuni Kubur Setelah Menjumpai Kematian

Allah ta'ala berfirman :

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.

[QS al-Mu'minun: 99-100]
Saat Pagi dan Sore Para Penghuni Kubur
==============================
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهِلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهلِ الجَنَّةَ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْل النَّار يُقَالُ هََِذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَشَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Apabila seseorang telah mati akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu PAGI dan SORE.
Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di SURGA.
Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di NERAKA.
Kemudian dikatakan kepadanya,
“Inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari Kiamat”
[HR Muslim No.5110, Ahmad No.5656, Malik No. 502]
Rasa Syukur dan Penyesalan Penghuni Kubur
================================
لاَ يَدْ خُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مٌَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْ دَادَ شُكرْرًا وَلاَ يَدْ خُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ لَوْ أحْسَنَ لِيَكُوْن عَلَيْهِ حَسْرَةً

Tiada seorang pun masuk ke dalam SURGA kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka, seandainya ia berbuat jelek, agar bertambah RASA SYUKURnya
Dan tidaklah seorang pun masuk ke dalam NERAKA kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga, seandainya ia berbuat baik, agar semakin bertambah atasnya RASA PENYESALANnya”
[HR Bukhari No. 6084]